MEDAN/GASCO.web.id
Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menegaskan komitmennya membangun birokrasi bersih dan melayani melalui Apel Pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Kegiatan berlangsung di Adhyaksa Hall Lantai I, Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution, Medan.
Apel dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Dr. Harli Siregar. Dalam amanatnya, Kajati menegaskan bahwa zona integritas bukan kegiatan seremonial. Ini adalah titik tekan penguatan komitmen, integritas, dan tanggung jawab aparatur Adhyaksa.
“Kita harus mampu menciptakan birokrasi yang bebas dari korupsi guna menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, cepat, dan berkeadilan,” tegas Harli Siregar di hadapan seluruh jajaran.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan zona integritas merupakan kebijakan strategis nasional. Tujuannya jelas. Mencegah korupsi, kolusi, dan nepotisme. Sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik. Komitmen tersebut selaras dengan PermenPANRB Nomor 5 Tahun 2024 tentang Pembangunan dan Evaluasi Zona Integritas menuju WBK dan WBBM.
Kajati juga menyampaikan capaian penting. Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara telah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Prestasi ini, menurutnya, lahir dari kerja keras, konsistensi, dan dedikasi seluruh jajaran.
“Capaian WBK adalah bukti reformasi birokrasi berjalan pada arah yang benar. Namun ini bukan tujuan akhir,” ujarnya. Target berikutnya adalah WBBM yang menuntut kualitas layanan lebih tinggi dan budaya kerja yang melayani.
Secara terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut Rizaldi menilai apel tersebut sebagai bukti nyata keseriusan pimpinan dan jajaran. Fokusnya pada integritas, profesionalitas, dan orientasi pelayanan publik.
“Predikat WBBM hanya dapat dicapai dengan dukungan masyarakat, para pencari keadilan, dan rekan media. Kritik yang konstruktif sangat kami butuhkan,” ujar Rizaldi.
Apel ditandai dengan penyematan selempang duta pelayanan dan ban agen perubahan kepada pegawai dan jaksa terpilih. Mereka diharapkan menjadi motor perubahan budaya kerja di lingkungan Kejati Sumut.
Kegiatan dihadiri Wakajati Sumut Abdullah Noer Denny, para Asisten, Koordinator, Kepala Seksi, Kasubbag, serta seluruh pegawai Kejati Sumut. Acara ditutup dengan penandatanganan pakta integritas oleh pimpinan dan jajaran. Langkah ini menjadi simbol kesungguhan bersama menghadirkan pelayanan publik yang profesional dan berlandaskan SOP.
Reporter :( JONI SIREGAR)