Dugaan KKN Proyek 9,7 Milyar,IPM SUMUT Minta Kapoldasu dan Kajatisu Panggil / Periksa Kadis Perpustakaan dan Arsip Simalungun


MEDAN,- Dewan Pimpinan Ikatan Pemuda Mahasiswa Sumatera Utara (IPM-SU),selepas melaksanakan konsolidasi terkait dugaan Pekerjaan Belanja Modal Gedung Perpustakaan Simalungun, Sekretaris umum,menilai adanya dugaan kekurangan Volume pada Pekerjaan yang Senilai Rp 9,7 Milyar lebih APBD Simalungun T.a 2023, yang kami duga mengarah pada kerugian Negara,disampaikan kepada awak media ,Jum’at 31/05/2024.


Khoirul Siregar..selaku Sekretaris IPM Sumut.menyampaikan adapun pekerjaan diduga adanya kekurangan Volume dan unsur KKN yakni :


1.Belanja Modal Gedung Perpustakaan,Dinas Perpustakaan dan Arsip Kab.Simalungun Senilai Rp.9.703.000.000.00,.oleh pemenang pekerjaan Cv.Bina Persada


Ada Beberapa Dugaan Kami yakni :

- Dugaan persekongkolan dalam pelaksanaan pembentukan panitia sampai mengkondisikan perusahaan Pemenang.

- Pekerjaan diduga Tidak Sesuai Spesifikasi/RAB

- Adanya dugaan Penggelembungan harga pada pekerjaan Pengadaan.


Dan kami menduga ini merupakan permainan sekelompok orang yang saling menguntungkan satu sama yang lain,dan kuat dugaan kami adanya persekongkolan dalam pelaksanaan dalam pengumuman tender pengerjaan penyusunan atau dengan panitia yang bertujuan mengatur atau penentuan pemenang tender..Lanjutnya


Oleh karena itu kami dari Dewan Pimpinan Ikatan Pemuda Mahasiswa Sumatera Utara sebagai Agen Kontrol untuk memperjuangkan keadilan memohon dan meminta kepada Kapolda Sumatera Utara Dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara agar segera melakukan pemeriksaan ini segera lakukan Audit Investigasi dan Audit Forensik terkait Belanja Modal Gedung Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Simalungun senilai 9,7 Milyar lebih, kami nilai dengan besarnya anggaran,sehingga kami menduga adanya ketidaksesuaian yang dihasilkan atau Tidak disesuai dengan Laporan Rancangan Anggaran Biaya (RAB)..ujarnya


Secara tegas dan memohon saya sampaikan kepada KAPOLDASU dan KEJATISU segera lakukan Pemanggilan terhadap Bupati Simalungun,kadis Perpustakaan dan Arsip Simalungun,Perusahaan pemenang pekerjaan yakni CV.Bina Persada,dan membuat Tim Khusus untuk mengusut atas dugaan kekurangan volume yang kami maksud..Tegasnya..


Sebagai agen perubahan,cotrol sosial Ini merupakan langkah awal kami dalam hal hal dugaan masalah KKN yang ada di Simalungun dan kami akan kembali lagi melaksanakan unjuk Rasa Minggu depan untuk mempertanyakan atas Aduan kami...Tutup Khoirul Siregar.*(tim)